Archive for the ‘Hardware’ Category
Keluarnya prosesor AMD Phenom II X2 550BE benar-benar mengemparkan dunia processor. Kehadiran prosesor ini mampu menggeser Phenom II X3 720 BE. Salah satu faktornya adalah kemampuanya dalam unlocking. Ya unlocking prosesor menjadi fenoma prosesor AMD Phenom, Sejak keluarnya native quad core memungkin sebuah prosesor memiliki core yang independen. Maksud independen disini adalah core berdiri sendiri-sendiri dalam artian core di pasang 1-1 di prosesor. Hal ini lain dengan prosesor core 2 quad dimana merupakan gabungan core 2 duo. Core 2 quad menggabungkan 2 buat prosesor core 2 duo sehingga memiliki 4 core. Tetapi 4 core dalam core 2 quad bukanlah native 4 core melainkan native 2 core. 1 corenya memiliki 2 core sehingga menjadi 2 core.
Lalu apa kelebihan dari native quadcore???salah satu kelebihannya adalah core mampu di overclock sendiri-sendiri. Misal core 1 dijalankan pada clock 3100mhz sedangkan core 2 dan 3 pada 2000mhz dan core 4 pada 800mhz. Selain itu antar core bisa terjadi sharing misal core 1 dengan core 4, core 2 dengan core 3,dan sebaliknya. Hal ini tidak terjadi pada prosesor quad core intel, core 2 quad. Core 1 hanya dapat sharing dengan core 2 dan core 3 hanya dapat sharing dengan core 4 tidak dapat silang core 1 dengan core 4. Dari prinsip kerja yang demikian dapat dilihat bahwa kinerja dari native quad core jelas lebih baik. Prosesor Phenom I adalah cikal bakal dari prosesor pertama yang menerapkan teknologi native multicore tetapi implementasi yang dilakukan AMD nampaknya mengalami kegagalan sehingga phenom I kalah telak dengan core 2 quad.
Hadirnya phenom II ini benar-benar mengembalikan kejayaan AMD dimana perfomanya mengalami peningkatan dan hasil overclock yang luar biasa. Memang secara perfoma real AMD Phenom II tidak mampua mengalah Intel Core i7 tetapi dalam hal game dan price perfoma AMD unggul mutlak oleh intel.
Kembali soal AMD Phenom II X2 550BE, amd sepertinya memberikan kejutan pada prosesor ini. Telah disinggung diatas bahwa prosesor native multicore dapat di custom per corenya. Inilah yang dilakukan AMD, dalam proses produksinya prosesor X4,X3,X2,X1 bisa saja dibuat dalam 1 cetakan. Dimana ketika proses pembuatanya mengalami defect 1 core maka dijual dengan label prosesor X3, bila 2 core defect dijual menjadi X2. Disini AMD memulai keajaiban itu beberapa prosesor phenom II X2 550BE memiliki 4 core sempurna (non defect) tetapi 2 core tambahan itu disembunyikan dan secara default hanya 2 core yang berjalan. Hebatnya lagi motherboard SB750 seperti mobo berchipset AMD 790 memiliki fitur ACC (Advance Clock Calibrator) fitur ini memaksa bios melakukan calibrasi pada prosesor hasilnya ketika fitur ini diaktifkan prosesor dapat dikenali sebagai prosesor X4. Sangat simple sekali proses unlocking yang dilakukan. Namun tidak semua prosesor dapat dilakukan unlock bisa 1-3 core ada yang defect proses ini tidak dapat dilakukan kalaupun bisa prosesor menjadi tidak stabil.
Beberapa hari yang lalu saya baru saja pindah ke HDD baru nah untuk itu kali ini saya akan menulis cara memindahkan windows ke hardisk baru. Perhatikan cara ini hanya bisa dijalankan bila speksifikasi komputer masih sama motherboard,proc,memory,vga,dll sama hanya ganti hardisknya saja. Ok langsung aja mulai
1. Kita memerlukan program clone hardisk dalam tutorial ini saya memakai norton ghost bawaan dari CD hiren boot. Hiren boot berisi banyak sekali tools yang berguna kita dapat menjalankanya secara bootable ya itu dengan booting melalui optical drive
2. Setelah masuk norton ghost pilihlah partition to partition bila anda hanya ingin mengclone 1 partisi saja tetapi bila anda ingin membuat isi HDD baru anda sama persis dengan HDD lama pilih saja disk to disk. tunggu prosesnya sampe selesai.
3. Silahkan boot dengan hdd baru dan prosesnya sudah selesai tanpa anda perlu install ulang windowsnya
Seringkali orang menganggap PSU bukan hal yang penting dan dapat prioritas yang terakhir. Namun banyak orang juga kebingungan memilih PSU yang cocok untu sistemnya. Sekarang banyaknya merek mengeluarkan PSU true power dengan harga realatif murah dan terjangkau. Panduan ini sekedar memberikan gambaran umum seputar PSU.
WATT
PSU menggunakan ukuran watt dalam mensupply daya. Watt dalam PSU dihitung dengan mengalikan votase dengan amperenya. Semakin tinggi watt PSU maka daya yang dapat disupply semakin tinggi
RAILS
Adalah penghantar tenaga ukuranya berupa volt. Di klasifikasin menjadi +3.3V,+ 5V,+12V,-5V dan -12V. Sebagai tolok ukur cukup perhatikan yang (+) saja karena rail (-) hanya untuk penggunakan PC jaman dulu yaitu untuk slot ISA dan Floppy drive. Menghitung daya tiap rail cukup dengan mengalikanya dengan besarnya ampere. Lalu jumlahkan ketiga rail tersebut untuk mengetahui kapasitas maksimal PSU.
Multiple Rails
Seiring dengan berkembangnya teknologi prosesor dan VGA rail +12V semakin membutuhkan daya yang tinggi. Kebutuhan daya yang tinggi ini akan membuat rail +12V menjadi panas dan membuat kinerja PSU menjadi tidak stabil sehingga untuk mengatasi hal ini maka dibagi menjadi 2 rail, 3 rail bahkan yang terbaru 4 rails. Sehingga bisa dikatakan bahwa PSU yang menggunakan dual rail akan lebih stabil dalam mensupply daya karena panas dapat ditekan. Akibatnya energi yang terbuang menjadi panas berkurang.
Penggunakan converter pada PSU multirail dari 4pin ke 8pin tidak dianjurkan karena pembagian dayanya menjadi tidak menyeluruh yang mengakibatkan dapat merusak komponen PSU. Converter 4pin ke 8pin aman digunakan di PSU single Rails karena dayanya tidak dibagi alias di 1 jalur +12V sehingga konversi tidak mengubah daya yang diberikan.
Voltage Regulator
Sering juga disebut ripple ini adalah perubahan output tegangan yang dihasilkan oleh PSU. Perubahan tegangan ini fruktuatif disebabkan oleh kondisi yang tidak konstants misalnya dari idle kemudian menjadi full load. Standart aman yang dianjurkan adalah +/- 5% dari railnya. Semakin sedikit ripple semakin bagus output PSU.
Voltage regulator bisa disebut sebagai komponen yang penting dalam menjaga hardware-hardware dalam komputer. Sebab volt yang flutuatif naik turun dalam waktu yang singkat menyebabkan komponen hardware menjadi rusak. Terutama yang paling sering kena adalah hardisk.
Hold Up time
Adalah cadangan daya yang ada di PSU sebelum kehabisan daya. Dalam kondisi listrik mati atau tidak ada pasokan daya seberapa besar daya yang sanggup ditampung PSU untuk mensupply daya. Semakin besar cadanganya berarti semakin lama waktu dalam mengatasi kondisi input mati. PSU yang bagus memiliki Hold Up Time yang tinggi untuk menandakan komponen yang dipakainya bagus.
Over-Voltage Protection
Hampir semua PSU mempunya fitur ini. Fungsinya sudah jelas yaitu untuk melindung dari lonjakan daya. Sehingga apabila terjadi lonjakan daya secara otomatis PSU akan memutuskan arus. Dengan adanya fitur ini maka user dapat terhindar dari bencana korslet atau kena petir. Jadi apabila terjadi lonjakan yang tinggi yang kena PSU duluan bukan komponen lainya karena arusnya sudah di cut lain klo PSU tidak ada fitur ini lonjakanya langsung diteruskan ke semua komponen komputer.
Jenis – Jenis PSU
Active PFC dan Passive PFC
PFC adalah ukuran efisiensi sebuah PSU. Diukur dengan berapa banyak daya yang terbuang menjadi panas. Perhitunganya dari 0 – 1, mendekati 1 berarti makin efisien. Active PFC menggunakan rangkain tersendiri untuk mengimbangi muatan induksi sedangakn passive PFC hanya mengandalkan kapasitor untuk menjadi muatan induksi. Sehingga jelas kenapa PSU dengan active PFC lebih mahal harganya.
Peak Power dan Continues power
Peak Power adalah daya maksimal yang mampu dihasilkan PSU saat dibutuhkan. Sehingga daya tambahan dikeluarkan saat diperlukan saja. Continues power adalah daya yang konstant dikeluarkan PSU sehingga sering disebut pure power daya yang dihasilkan lebih stabil. Sehingga PSU continues lebih baik digunakan untuk mensupply kebutuhan daya yang lebih kecil misal PSU continues 600w untuk sistem dengan total 500w. Karena apabila dipaksakan untuk mensupply daya yang lebih tinggi dapat merusak PSU.
Dalam ukuran kestabilan continues PSU lebih bagus dibandingkan peak power sebab peak power akan mengeluarkan daya melebihi kapasitanya hanya dalam waktu beberapa detik saja sehingga tidak konstant untuk jangka panjang dapat menyebabkan PSU rusak.
Modular dan non modular
PSU modular adalah pengembangan dari PSU dimana kabel dari PSU dapat dilepas dan dipasang sesuai kebutuhan sehingga kabel yang tidak perlu dapat dilepas. Keuntunganya menjadi lebih rapi kabel-kabelnya dan air-flow dalam casing lebih lancar.
Beberapa salah kaprah soal PSU
1.PSU yang berdaya besar selalu lebih baik dari pada PSU yang dayanya lebih kecil
Belum tentu sebab ukuran watt tidak dapat dijadikan patokan dalam memilih PSU. Perhatikan juga ripplenya percuma memiliki PSU yang dayanya besar tapi flutuasi voltnya sangat tinggi. Malah justru akan merusak komponen hardware yang lain seperti hardisk.
2.PSU Multiple Rail lebih bagus
Dalam keadaan tertentu multiple Rail justru dapat memperburuk keadaan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa multiple rail adalah membagi rail menjadi beberapa bagian. Yang menjadi masalah apabila rail yang digunakan memiliki ampere yang kecil sehingga watt yang dihasilan kurang. Contoh misalnya total +12v adalah 35A dibagi menjadi +12V1 25A dan +12V2 10A apabila rail +12V2 dipakai untuk konektor VGA yang memerlukan daya besar lebih dari 120w maka akan mempengaruhi kinerja VGA. Jadi perlu diperhatikan seberapa besar rail yang dihasilakan cukup atau tidak untuk memenuhi kebutuhan komponen.
3.Active PFC Efisiensi lebih bagus sehingga menghemat tagihan listrik
Jika anda tinggal di eropa mungkin benar sebab di eropa sudah menggunakan active PFC ini dimana perhitungan tagihan listrik menggunakn VA. Sedangkan di indonesia belum mengadopsi PFC dan perhitunganya menggunkan KWH atau KW/Jam. Namun untuk efisiensi Active PFC bisa dibilang lebih bagus karena menggunakan komponen tersendiri dalam mengatur muatan induksi
4.PSU yang bisa mengangkat sistem lebih besar dari kapasitasnya berarti bagus
Hal ini yang sepertinya perlu diluruskan. Sebagai contoh marak terjadi test terhadap PSU yang wattnya kecil 400-450W dapat mengangkat sistem high macam core 2 quad dengan VGA yang high-end juga. Hasil tesnya menunjukkan PSU masih sanggup mengahandle dan railnya stabil. Tapi perlu diperhatikan bahwa PSU bukan diukur dari sanggup tidaknya menhandle PC berdaya besar namun juga dinilai dari durabilitynya. Seberapa lama PSU dapat bertahan. Jangan sampai anda membeli PSU watt kecil untuk sistem high-end anda karena dalam penggunaan yang relatif lama PSU akan rusak atau turun kemampuanya karena dipaksa bekerja pada PEAK power secara terus menerus.
Sering kali kita melihat motherboard-motherboard high end menggunakan jumlah PWM yang banyak sekali. Sebenarnya apa itu PWM??
PWM = Pulse Wave Modulation, sebuah rangkaian dalam motherboard yang fungsinya cukup vital karena mengatur kebutuhan daya listirk ke CPU, Memory dan northbridge tergantung letaknya. Terdiri dari 3 komponen penting, mosfet yang jumlahnya 2 buah berfungsi membuka dan menutup arus listrik, 1 buah choke (tempat penyimpanan listrik sementara) dan 1 buah kapasitor yang fungsinya sudah tidak asing lagi yaitu memstabilkan listrik sebelum dilarikan ke CPU, memory dan northbridge.
ilustrasinya:

Ada banyak macam 4 phase,6 phase, 8 phase sampai 12 phase untuk menghitung cara paling mudah adalah dengan menghitung jumlah choke. 1 phase PWM dapat memberikan daya maksimul 30A efektif sekita 15-20A dengan demikian bisa dihitung berapa jumlah phase yang diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan Prosesor kita. Terlalu banyak bisa jadi membuang-buang uang karena biasanya semakin banyak phase power maka harga mobo lebih mahal, terlalu sedikit bisa menimbulkan ketidakstabilan. Pada beberapa mobo dapat menyesuaikan kebutuhan daya sehingga ketika sistem idle tidak seluruh phase bekerja hanya sebagian dan ketika full load baru semua phase bekerja dengan maksimal. Jadi jumlah phase yang banyak bukan berarti lebih bagus karena tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan daya prosesor baik untuk tujuan default atau daya yang dibutuhkan saat OC. Otomatis mobo dengan phase lebih banyak akan memberikan supplay daya lebih maksimal saat prosesor di OC extreme dan inilah salah satu keunggulan mobo high end.
konfigurasinya tiap mobo berbeda-beda antara jumlah mosfert,choke dan kapasitor mulai dari 3,1,1 (3 mosfet dalam 1 choke dan 1 kapasitor), 3,2,1 sampai dengan 3,2,2.
Sebuah prosesor dengan TDP 65w misalnya, dapat berjalan dalam kondisi standart dengan mobo 3 phase PWM namun dengan 3 phase jangan memaksakan prosesor lari lebih kencang karena akan butuh daya yang lebih tinggi. Tapi perlu dilihat juga jenis kapasitornya bila kapasitas kapasitornya bisa lebih baik lagi supply listriknya.
Sebenarnya mana yang paling penting dari 3 komponen itu?? Dilihat dari cara kerjanya dimana mosfet melakukan switch on/off lalu choke menyimpan daya kemudian diteruskan kapasitor yang disalurkan ke prosesor dapat dilihat bahwa kemampuan kapasitor yang baik akan memberikan kestabilan yang tinggi. Pemakaian kapasitor SOLID CAPS selalu menjadi acuan buat para overclocker karena selain mampu memberikan supply listrik yang stabil kapasitor jenis SOLID memiliki daya tahan yang tinggi. Mobo low end hingga mid end OCABLE biasanya mengadopsi SOLID CAPS hanya pada komponen PWM ini sehingga tidak semua kapasitor pada mobo menggunakan SOLID CAPS, sebab PWM ini merupakan bagian vital dalam overclock dengan model seperti ini harga mobo bisa lebih ditekan lagi. Mobo kelas high end kebanyakan sudah mengadopsi FULL SOLID CAPS dimana semua kapasitornya SOLID, keuntunganya adalah kestabilan yang tinggi pada semua komponen motherboard mulai dari prosesor, memory, northbridge hingga southbridge sehingga tidak hanya prosesor yang dapat di OC tinggi tapi juga memory dapat lebih stabil ketika d OC.
SOLID CAPS pada dasarnya dapat menjaga kestabilan listrik sebab kapasitor jenis ini lebih tahan terhadap panas dan memberikan listrik yang lebih stabil di banding kapasitor biasa, penggunaan SOLID CAPS ini juga dapat memberikan efisien daya.
Digital PWM
Dalam perkembanganya muncul DIgital PWM, Penggunaan Digital PWM diklaim dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan kebutuhan daya 4x lebih tinggi dari pada PWM biasa. Contoh DIgital PWM adalah pada motherboard ABIT IX38 Quad GT

Namun banyak kalangan yang meragukan hal itu sebab banyak yang belum membuktikan kehebatan Digital PWM terbukti dengan masih sedikitnya produsen mobo menggunakan digital PWM ini. Secara layout memang membuat mobo menjadi lebih rapi tapi komponen ini jika rusak harus menganti semunya secara keseluruhan, berbeda dengan PWM analog yang klo rusak bisa diganti per part. Misalnya mosfet rusak ya tinggal di ganti mosfetnya klo digital PWM harus diganti semunya.