Archive for September, 2008
Selain menggunakan software pengamanan seperti firewall,Antivirus,dll ada cara yang mengclaim dapat membebaskan komputer 100% dari virus. Pake hardware, bentuknya seperti slot card yang dipasang di PCI namanya alat RECOVERY CARD. DI workshop hacking dan security peserta diminta meneksploitasi sistem windows sampai registry2 yang sifatnya merusak namun semua sia2 ketika komputer berhasil terecovery lagi. Banyak yang beranggapan klo pake deep Frezze, padahal alat ini yang membuat segala bisa dilakukan.
bentuknya kurang lebih seperti ini


harga sekitar 100 ribuan tapi g tahu tuch beli dimana selain perlindungan terhadap virus,trojan,kerusakan windows juga dapat memperbaiki data yang sudah terformat dan terhapus tanpa membuang banyak waktu. Cukup restart atau shutdown dan komputer akan kembali ke kondisi semula dalam hitungan detik. Selama virus diciptkan dengan software dan antivirus diciptakan dengan software juga maka tidak akan pernah berhenti makanya solusi penangkal dengan hardware bisa menjawab itu.
Kelebihan utama Recovery Card :
- Sama sekali tidak membebani kinerja Windows dan performa komputer karena kerjanya sebelum sistem operasi Windows (level hardware).
- Mengembalikan kehilangan data 100% tanpa waktu tunda.
- Mendukung sistem operasi Windows (Vista)
- Tidak bisa di-hack atau di-crack karena alat ini kerja dulu sebelum sistem operasi di loading.
- Password aman karena mengenali semua karakter yang ada di keyboard.
- Dapat memproteksi BIOS
- Restorasi data atau sistem adapat dilakukan secara otomatis atau manual berdasarkan waktu sampai 255 hari.
- Mendukung sistem maintenance lewat jaringan (L AN).
- Windows bebas blue screen dan kehilangan data.
- Komputer sudah tidak perlu di maintenance.
- Mendukung semua jenis, merk dan kapasitas harddisk.
- USB Recovery Card bisa digunakan di komputer desktop maupun laptop.
Cara kerja Recovery Card
Pada saat komputer sudah terinstall Recovery Card space (kapasitas file) yang diperlukan untuk installasi driver Cuma sebesar 0,05 % dari kapasitas total harddsik yang ada di komputer, angka tersebut jelas sangat kecil space yang diperlukan dibandingkan dengan program sistem recovery Windows sebesar 200 MB atau lebih kecil antara 10 – 20 % dibandingkan dengan sistem
recovery proteksi program lainnya.
Ketika pengguna komputer melakukan perubahan pada suatu file kemudian menyimpan semua perubahan file itu pada harddsik maka semuanya tampak biasa dan normal saja, selanjutnya apabila file tersebut dibuka lagi maka perubahan tersebut tetap ada dan normal saja. Dimana Recovery Card akan selalu mengingat segala perubahan file tersebut.
Jika file X1 dimodifikasi dibawah mode proteksi, maka recovery card akan menjaga file X1 dari perubahan kemudian akan menyimpan semua perubahan yang terjadi pada file X1. Pada saat file X2 dijalankan maka segala sesuatunya akan berjalan normal tetapi pada saat file X1 dijalankan lagi maka Recovery Card mengambil copy dari file X1 yang telah dimodifikasi sehingga file asli dari file X1 seperti tersembunyi dan tak tersentuh sama sekali.
Kesimpulannya Recovery Card hanya membuat copy-an dari bagian tambahan file asli yang telah dimodifikasi. Sebagai contoh apabila file X1 telah dimodifikasi dengan tambahan data sebesar 5 % dari kapasitas file aslinya maka Recovery Card hanya membuat copy data 5 % tambahan hasil modifikasi dari file tersebut sehingga sebesar file 5 % itulah yang akan di swap atau ditulis ke space harddisk yang kosong
Hal-hal ya ng perlu dila kukan sebelum installasi Recovery Card :
- Cek setting parameter harddisk di BIOS tidak salah, karena Recovery Card hanya mendukung proteksi satu fisik harddisk saja.
- Pastikan setting untuk cek virus dari BIOS di non-a ktifkan
- Jika BIOS mempunya i fasilitas “LAN SETUP FIRST” atau menu sejenisnya, settinglah ke pilihan ENABLE.
- Pastikan komputer yang akan diinstall dengan Recovery Card sudah 100% bebas virus terlebih dulu.
- Sebaiknya komputer dilakukan proses maintenance dulu, misalnya dilakukan proses Disk Cleanup, ScandiskdanDefragment agar performa Windows dan kinerja komputer dalam kondisi maksimal sebelum diinstall Recovery Card. Karena kondisi yang paling akhir itulah yang akan diambil serta diproteksi oleh Recovery Card selamanya.
- Sebaiknya di non-aktifkan program untuk memonitor aktifitas virus secara real-time serta program untuk sistem recovery lainnya seperti Norton Ghost,Deep Freeze, dan lain-lain.
- Disarankan untuk menyimpan hasil Virtual Memory (swap file) pada partisi harddisk yang tidak terproteksi
- Disarankan juga untuk menyimpan temporary Internet Files dari Internet Explorer kepartisi yang tidak terproteksi
- Dengan alat ini data-data akan kembali seperti kondisi normal komputer anda sebelumnya hanya dalam beberapa detik setelah shutdown.
Better than Antivirus Software
Alat ini bisa dikatakan lebih bagus dari antivirus, kenapa?? simple karena antivirus memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Antivirus selalu aktif sebagai background program sehingga banyak menghabiskan resource Prosesor dan memory yang seharusnya bisa di gunakan untuk applikasi lain. Keharusan update membuatnya tidak berguna jika sudah kadaluarsa, update antivirus memakan biaya internet dan waktu. Proses scanning terus-menerus dapat memperpendek umur hardisk karena membuat hardisk bekerja terus menerus sehingga riskan terhadap kerusakan.
Better than sistem restore software
Selain berfungsi sebagai sistem restore windows, alat ini berfungsi juga untuk memproteksi hardisk dari kehilangan data, tidak sengaja terformat atau terdeleted. Fungsi yang paling penting adalah dapat membackup BIOS. Ketika komputer “dikerjai” dengan mengacak-acak settingan BIOS yang membuat komputer tidak bisa boot alat ini akan langsung merestore ke settingan BIOS sebelumnya sehingga komputer tetap bisa digunakan lagi. Hal ini tentu saja tidak bisa dilakukan oleh software restore sistem seperti go back, deep frezze
Hemat waktu dan produktifitas tinggi
Dalam beberapa periode komputer perlu di maintenance softwarenya karena banyak error pada registry,junk file,temporary file,dll. Dengan mengembalikan komputer ke kondisi semula hal sudah tidak perlu dilakukan lagi. Artinya terjadi penghematan waktu dan biaya dalam maintenance. Tidak ada banyak waktu yang terbuang menyebabkan produktifitas meningkat karena komputer selalu siap dipakai untuk bekerja,mencari ulang,mengisi waktu,dan kegiatan lainya tanpa harus direpotkan dengan hal-hal yang menyebalkan seperti virus, kehilangan data, sistem windows yang rusak, dsb.
Pernahkah anda merasa proses burning CD/DVD anda lambat dari waktu normal yang diperkirakan oleh nero???banyak faktor yang mempengaruhinya mulai dari driver controller yang kurang compatible, kepingan CD/DVD sampa dengan burnernya sendiri. Berikut beberapa Tip dan Trik yang bisa dicoba
1. Gunakanlah kepingan CD/DVD yang berkualitas. Untuk DVD saya bisa rekomendasikan merek verbatim, mitshubisi dengan kode awal ZD dapat dilihat di lingkaran kepingan DVD. Sebenarnya kedua merek ini menggunkan media yang sama mitshubisi MCC003 bisa dilihat dengan nero untuk seri media DVDNya. Merek dibawahnya adalah RItek dan TDK
2. Test Drive controller anda. Kadang driver controller yang diberikan tidak compatible dengan windows ataupun program burnernya coba test dengan simulation dulu menggunkana kepingan DVD-R tentunya. Dengan begitu akan ketahuan apakah drivernya cocok atau tidak. Klo tidak cocok maka gunakan saja driver standart dari microsoft yang stabil dan hasil bakaranya bagus
3. Kecepatan lebih ditentukan berdasarkan media yang digunakan. Burning dengan kecepatan paling rendah 2x/4x hasilnya lebih bagus – itu hanya mitos kenyataannya media 16x di burn dengan kecepatan 16x hasilnya tetap bagus dan awet. Justru hasilnya akan jelek jika d burn di kecepatan 4x.
4. Defrag hardisk anda dan berikan sedikit space kosong di partisi hardisk yang akan digunakan untuk burn. Hal ini akan mempermudah dalam burning karena file lebih rapi dan ada space kosong untuk menyimpan file sementara.
5. Gunakan burn dari file image yang disimpan ke hardisk terlebih dahulu baru di burn di CD/DVD. Cara ini akan mengurangi kegagalan. Namun diperlukan waktu yang lebih lama karena harus membuat image terlebih dahulu baru d burn. Di Nero fitur ini dapat digunakan dengan menghilangkan burn on the fly atau dengan option burn CD over image
6. Jangan gunakan label CD/DVD karena dapat mengurangi kualitas pembacaan CD/DVD.
Semoga tip dan trik yang saya berikan dapat membantu anda dalam mengatasi permasalahan burning CD/DVD.
Memang sudah lama trik ini beredar buat kamu yang belum tahu dan pengen nyoba nich step by stepnya:
1. Pertama cari tahu dulu User ID dari friendster target. biasanya berupa code di belakang alamat friendsternya. Klo mau mudah liat pake view page source dan liat angka di Used IDnya.
2. Masuk aja ke album photonya dan liat lagi pake page source ID albumnya. cara mudahnya ketik AlbumPrivacy di find text. bentuk lengkap scriptnya kayak gini:
<span id=”abAlbumPrivacy-ALBUM ID“>Private</span>
Album ID berupa angka atau tulisan.
3. Setelah tahu ID album private-nya. Jalankan script ini di browser
http://www.friendster.com/photolist_ajax.php?uid= User ID&a=album id&page=0
nanti akan keluar contoh halaman seperti ini:
{”photos”:[{”isPrimary”:”0″,”privacy”:”1″,”pid”:”1″,”rid”:”635505297″,”
album_id”:”408949053″,”guid”:”
d14ce1b31de3586bc738a08c91fae7be6ddc374b79aa5290dd9e159c5e77e6a2″,
“isPrivate”:1,”raw_url”:”http:\/\/www.friendster.com\
/image-server.php\/26\/32\/78082362\
4. Nah yang perlu diperhatikan adalah angka pada rid dan pid.
5. Sekarang buka http://photos.friendster.com/photos diikuti dengan direktory album. dalam contoh ini direktory albumnya \/26\/32\/78082362\/ ubah menjadi /26/32/78082362/. jadi tulisan lengkap dibrowser http://photos.friendster.com/photos/26/32/78082362/
6. disini kita sudah hampir selesai sekarang tinggal masukan angka pid_ridnya. dengan format pid_rid.jpg. sehingga kita ketikan
http://photos.friendster.com/photos/26/32/78082362/1_635505297.jpg lakukan untuk semua pid rid yang ada.
7. Jika Pid lebih dari 6 karakter maka tanda _ dihilangkan misalnya. pid = 123456 rid = 789101dan penulisanya menjadi 123456789101.jpg
Selamat mencoba apabila ada yang ditanyakan silahkan langsung comment disini
Berhubung banyak yang tanya soal dual boot XP dan leoprad aku coba jelaskan lewat artikel ini.
Ada 2 cara dual boot antara windows XP dengan leoprad. Perlu dipastikan dulu default boot awalnya pake windows XP atau pake leoprad. Ok langsung mulai saja dech
Dual boot dengan Leoprad sebagai default bootnya
Sebenarnya ketika selesai menginstall leoprad dual boot sudah aktif. Pastikan ketika menginstall leoprad partisi mac leoprad sudah di aktifkan jika belum masuk pake CD Bootable hiren boot lalu aktifkan pake fdisk aja.
ketik fdisk pada command prompt lalu cari menu buat set activenya. Bisa juga menggunakan partition magic namun kalau dengan partition magic setelah selesai set active partisinya, harus masuk lagi dan lakukan unhidden partisi windows XP.
Setelah partisi aktif sebenarnya ada jeda waktu beberapa detik sebelum masuk leoprad. tekan tombol sesuai perintah yang tampil klo tidak salah F8. Setelah itu akan muncul tampilan daftar partisi yang ada tinggal pilih partisi windows jika mau boot ke windows. defaultnya adalah partisi mac. kalau mau diedit masuk ke mac dulu lalu cari file appleboot.plist ganti timeout dan defaultnya dari situ
Dual boot dengan windows XP sebagai default bootnya
Cara mudah saja. yaitu copy file chain0 dalam CD Leoprad ke drive C:\ lalu edit file boot.ini tambah perintah
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\Chain0=” Leoprad ” ke dalam script
[operating systems]
multi(0)disk(0)rdisk(0)partition(1)\WINDOWS=”Microsoft Windows XP Professional” /noexecute=optin /fastdetect
nanti setelah boot ulang akan muncul menu bootloadernya dan bisa dipilih dari situ. Trik ini biasanya cuma bisa jalan kalau partisi mac ada di atas atau di bawah partisi windows. misal partisi 1 windows maka partisi 2 mac atau partisi 1 mac dan partisi 2 windows.
cara lain adalah menggunakan boot manager 3rd party. COba install EasyBCD d windows kelihatanya hanya windows vista yang bisa pake EasyBCD.
klo ada yang kurang jelas silahkan comment disini aj.